Kemampuan dokter bedah plastik Indonesia tidak kalah dengan dokter Korea dan Thailand

Kemampuan dokter bedah plastik Indonesia, terutama dalam operasi estetika, sudah sangat memadai.

Update: 2025-05-13 15:46 GMT
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Kemampuan dokter bedah plastik Indonesia, terutama dalam operasi estetika, sudah sangat memadai. Oleh karena itu pasien tidak perlu operasi bedah plastik ke luar negeri kata Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia,  Najatullah di sela-sela acara Joglosemar Craniofacial Forum ke-7 dan Facial Aesthetic Advanced Learning di Semarang.

Acara yang digelar 9 - 11 Mei 2025 di Hotel Harris Semarang itu diikuti oleh para dokter spesialis bedah plastik rekontruksi dan esteik, spesialis kulit elamin dan esetetik, serta dokter umum.

Najatullah menegaskan, "Kualitas dokter Indonesia tidak kalah dengan dokter di Korea, Vietnam, atau Thailand. Selain itu, jika dilakukan di dalam negeri, kontrol pasca operasi pun lebih mudah. Faktanya banyak pasien yang sebelumnya melakukan operasi di luar negeri, kemudian datang ke dokter Indonesia untuk perbaikan karena hasilnya kurang memuaskan."

Dari sisi teknik dan jenis tindakan, Indonesia sudah sangat mampu memenuhi permintaan. Namun, secara jumlah dokter, masih tergolong sedikit, baru sekitar 350 orang di seluruh Indonesia.

Ia menargetkan jumlah dokter spesialis bedah plastik bisa meningkat dua kali lipat dalam lima tahun ke depan.

Sementara mengenai praktik dokter bedah plastik selalu diawasi oleh lembaga internal seperti Majelis Kehormatan Etik dan juga oleh pihak luar seperti Majelis Disiplin Profesi. Hal ini  penting untuk memastikan praktik yang aman dan etis.

"Soal perizinan, kadang muncul dokter yang tidak resmi atau bahkan asing yang praktik tanpa izin. Ini menjadi tantangan yang harus ditangani bersama, terutama di lapangan," katanya.

Sementara itu Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) Wilayah Jateng-DIY, M Rosadi Seswandhana menerangkan melalui diskusi dan workshop diharapkan dapat mendorong inovasi dan pengembangan standar praktik yang lebih baik.

"Para dokter itu diajak untuk terbuka terhadap ilmu baru dan berkontribusi positif bagi dunia kedokteran, khususnya dalam bidang bedah plastik. Forum pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu antar-dokter bedah plastik, tetapi juga menjadi wadah pertukaran ilmu dengan profesi lain," tuturnya.

Ia berharap hasil pertukaran ilmu ini memberikan penyegaran bagi para anggota dan dapat dibagikan kepada dokter umum di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bedah plastik secara umum terbagi menjadi dua bidang besar yatu rekonstruksi dan estetika. Rekonstruksi berfokus pada upaya perbaikan terhadap kecacatan, baik karena bawaan lahir maupun kecelakaan; dengan tujuan mendekati kondisi normal secara fungsional dan estetis.

Sementara itu  bidang estetika memberikan pelayanan kepada pasien yang secara medis normal, tetapi ingin tampak lebih menarik atau cantik. Harapan pasien harus diseimbangkan dengan apa yang secara medis mungkin dilakukan.

Di sisi lain Ketua Panitia Joglosemar Craniofacial Forum ke-7 dan Facial Aesthetic Advanced Learning, Ahmad Fawzy menjelaskan bahwa acara ini sudah memasuki edisi ketujuh.

"Tujuh tahun yang lalu, Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia mendorong agar kegiatan-kegiatan ilmiah tambahan yang bersifat memperkaya khazanah pengetahuan dan menyegarkan keterampilan klinis tidak hanya dilaksanakan oleh pusat, tetapi juga oleh wilayah-wilayah yang memiliki potensi," katanya.

Tujuh tahun lalu, wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta memprakarsai forum ‘Craniofacial Forum’, yaitu forum pertukaran ilmu antara teman-teman bedah plastik dan rekan-rekan bedah kepala, wajah, dan tengkorak. Forum ini telah berlangsung dengan baik, bahkan mampu melewati masa pandemi dengan pelaksanaan secara daring.

"Pada tahun ketujuh ini, pertemuan itu digelar lagi dengan mencoba membawa inovasi baru agar acara ini bisa terus berkelanjutan dan tidak terpaku pada topik yang sama. Hal ini penting agar antusiasme peserta tidak menurun. Kali ini dengan  format baru dengan fokus pada bidang estetika wajah," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Selasa (13/5). 

Tags:    

Similar News